Catatan

Tunjukkan catatan dari April, 2011

mimpi sendu bayang rindu

Imej
dikala malam diulit mimpi hadirmu diiringi sinar bulan dihiasi kerdipan bintang menerangi lena malam yang gelita untuk apa dikau menjelang andai hanya berlindung dibalik awan nan sendu mengusik mengejar rinduku tahukah dikau laut jiwaku masih bergelora ombak pilu hentikan angin menyeru pantai agar rindu tak dilanda badai masih dapat aku rasakan pada saat nafasmu pergi jasadku yang tak terdaya kian berlegar bait kenangan haruskah kumenanggung rindu dek sayang masa nan lalu dan mengutip daunan layu yang gugur dipusaramu malam kian berganti malam kau masih hadir dalam mimpi kosong kurasakan hati hanya menggamit kisah silam kau adalah nyanyian mimpi menyeru aku menari bersama bayangan fantasi lamunan dalam realiti cukuplah aku sudah lesu menjejak tari bayangmu dan takkan ku menghitung hari menanti engkau kembali dalam rindu kubisik namamu ketika sendu aku termangu mimpi terakhir kau senyum padaku bersama hujan turun di matamu,,

menjejaki jejak yang telah terjejak

keterpaksaan aku di sini menekankan jiwa sendiri ketidakpastian aku berdiri menyakitkan menyelinap sanubari ketandusan cinta yang diberi membuat aku seia berlari dengan langkah yang penuh sarat duri dihambat luka semalam yang zahir dari mimpi mimpi apakah yang datang mengiringi? hingga aku ketakutan begini hingga aku penasaran sekali hatta bait semalam telah jauh aku tinggalkan sekalipun duri yang menjejaki telah aku lumatkan mimpi semalam telah aku hanguskan jadi pengalaman telah aku hapuskan segala-galanya buat kepastian kehidupan kehidupan yang aku sendiri butuhkan kehidupan yang lahir dari warna keindahan aku tidak lagi ingin dijejaki langkah yang telah musnah aku tidak ingin lagi menjejaki keperitan yang bisa bernanah biar kuhayun jejak yang telah terjejak ini biarpun terasa payah biar bergetar hari semalam diinjak bila aku melangkah biar aku bertatih sekalipun bahkan semangatku takkan goyah semalam dan kelmarin mendayungkan aku menjadi tabah hari ini dan ...

kecurangan sang bulan

seperti malam ini yang tak bertemankan bulan seperti malam lalu juga yang kehilangan bulan lara dan sepi apakah kerana bulan telah dinodai cinta cinta sang mentari pagi yang membawa bulan ke sana hingga melenyapkan malam yang indah atau mungkin jua kerana sang bulan sendiri yang dusta pada janji dan mimpi dari hati sang malam yang ketandusan cinta dari sang bulan mengapa kau curang wahai bulan?? apakah aku tak sehebat mentari pagi sedarkah kau wahai sang bulan mana mungkin sang pagi menerimamu untuk menemaninya tempatmu bukan di sana wahai bulan kembalilah padaku kita ukir semula bicara cinta kita aku sedia menerimamu walau sekalipun langit menjadi lantai dan tanah menjadi bumbung apakah tegar hatimu wahai sang bulan melihat aku keseorangan memayungi bumi tanpa cahaya darimu apakah kau tegar melihat malam yang suram bukan seperti sebelumnya kembalilah wahai sang bulan temani aku semula dalam kegelapan indah yang kita janjikan bersama jangan kau tinggalkan aku seper...

kesesatan mimpi atau hakikat kekesalan

Imej
setelah bulan menabir wajah dibalik awan malam kian beransur tua menjadi kelam meninggalkan bait-bait semalam mencorak titik-titik kenangan menjadi lukisan dalam mimpi mimpi apakah yang datang menjengukku?? sepertinya aku sesat pada satu jalan sepertinya aku berlari mencari kenangan apakah yang mungkin aku temukan dalam kesamaran?dalam kekaburan perjalanan?? lantasnya aku mneghela nafas kelegaan setelah kulihat kamar harapan sepertinya ada sinar impian lantasnya kuheret langkahku yang kian sarat kehampaan tiba aku di kamar itu aku terpaku jadi termangu ruang kamar yang aku jejaki tiadalah seindah luaran yang aku saksikan barulah aku tahu isinya adalah kegelapan aku meraba-raba di dalam kesamaran langsung tiada setitik cahaya meneranginya aku menangis di situ aku tak betah melangkah lagi sedang langkahku terlalu tenat aku takut,, andainya kegelapan ini aku yang menghuninya atau mungkin jua akn datang cahaya dari liang-liang kehidupan dan aku terlena disitu ...

Cerita Sebuah Pusara

kulewati sebuah pusara yang dua hari lalu dihuninya bersama kaku berdiri dua nisan masih lagi setia harum puspa kemboja menhiasi pusara sepi tanpa suara kelu tanpa kata segalanya mati..segalanya mati pada hati berduri pusara itu miliknya sebuah pohon jiwa yang rapuh miliknya dahan hati yang luluh miliknya daun kehidupan yang luruh pusara itu miliknya ayahku..... penghuni pusara derita itu, hempasan ombak hidupnya begitu ganas hingga meloloskan pegangan pada dahan pautan gelora laut jiwanya begitu deras..deras sederas ombak mengejar lautan hingga satu saat menampar benteng kekuatan merobohkan harapan,tersungkur impian dijelapang kesesatan lantas,lantas buntu akal kewarasan jauh terbenam pertimbangan ditelan debu debu putih yang kononnya suci lalu terdamparlah dikau dilorong yang sempit,jijik,hina dan kalian semua yang mendengar coretan ini pasti mengerti ombak badai dan lautan gelora itu adalah angin taufan seruannya sendiri Ahh!!!kononya tak apa terhina apalagi di...

keabadian kasih dalam kesesatan cinta

Bercerita tentang kehidupan mungkin ada yang sudi mendengarnya biarkan cerita ini menjadi simfoni mahupun puisi kerana pendendangnya adalah milik sebuah hati yang lara akibat jatuh dibuai cinta, lumpuh jiwanya kian sarat dipenghujung rindu terlantar dalam bayangan waktu cinta itu pernah mengulit tidurnya membawa jauh ke titian kehidupan yang dimatanya adalah warna pelangi hakikatnya mendung yang membawa perkhabaran derita dan bila tersedar sesudah terlantar apa yang tinggal hanyalah sisa kekesalan dan tangis sendu apakah mungkin terubat luka yang sarat bernanah itu? dan sebenarnya cinta yang terluka itu adalah milikku dan hati yang kian reput itu adalh aku!! aku yang mencoretkan puisi cinta luka aku yang merasa panasnya bahang api cinta yang akhirnya mencampakkan aku kehangatan namun syukur.... dalam kehangusan kepanasan itu aku masih bisa berlari pada setitik air jernih yang dulu kucampakkan untuk merasa bahangnya api cinta dan kerana itu aku masih bisa bernafas...

diari dahan harapan(NUR SHARINA)

Imej
N ak kugapai indah bintang di langit terang N ak kusimpan jadi penyuluh hidupku kelam N anti terang segala yang kelam pasti terueai segala yang kusut U ntuk aku menjadi dewasa U tuhnya benteng hidup telah aku dirikan U payaku tidak membatasi keringatku R enangi lautan luas bukan lagi sukar bagiku R asai kepahitan, kepayahan bagaikan sebati untuk aku kalamkan dalam diari hidupku R asanya kini, resah gelisah bukan lagi temanku, bukan lagi bicaraku S eandainya semalam adalah masa silamku masa kelamku S edia aku tadahi esok mendatang penuh harapan S ampai satu saat segalanya terhenti,,kosong,,kaku,, H ari ini aku dengan nafas baru, jiwa baru H ati ini telah dibina seteguh dermaga, tiada luluh mahupun digegar guruh H ancur luluh sekalipun jasad ini memegang kukuh dahan kekuatan A pakah tersungkur jua harapanku??tidak..tidak sekali,,harapanku utuh R anjau dan duri kehidupan akan kugubah menjadi debunga harapan R ona rona perjalanan akan aku lumatkan menajdi abu R anta...