Catatan

Tunjukkan catatan dari April, 2018

Mohammad Fareez- dia pahlawanku

Malam ke-17 ianya dingin dan sepi dingin dari angin yang entah dari seberang mana dingin yang menyejuk beku detak jantung dingin yang sedingin 4.30 pagi ketika dikhabarkan kehilangan sepi malam ini sepi sepi yang memecahkan baluhan hati sepi sama sesepi pagi  pertama yang kasih berpergian sama seperti sepi 10 jam aku menanti sampai pada jasadmu yang tak bernyawa sepi tak ubah seperti ketika aku tiba di rumah kita dan kau telahpun dilenakan di bawah tanah sepi yang sesebak tidak dapat kita berjumpa terakhir kali rindu rindu yang menjenguk malam ini semacam sungguh berkali kali kukirim sesuci Al-Fatihah berkali kali suaramu berbisik kasih ditelinga berkali kali senyummu terlukis di pejam mata sepertinya aku bermimpi yang panjang mimpi yang bersambung sambung sedihnya "Angah,angah,angah" kau seorang saja memanggil manja nama itu kerana kau seorang saja adik yang aku punya dan suara itu seperti kedengaran malam ini membuat aku rindu..rindu..rindu.. Mohamma...

kelopak mawar yang terpisah

Ku kira kuntum mawar merah ini telah layu meski yang memegang kuntumnya masih hijau segar ia tunduk suram,kembang juga telah kuncup tidak aku biarkan merah berahi ini berduka di situ setelah dipuja ketika kembangnya dan disudutkan ketika tunduk lantas ku gugurkan satu persatu kelopak anggun terpisah dari hijau daunnya beralaskan dulang yang menadah pada mata kasihku mawar ini cantik begini dihias tanpa nyawa walau hanya sementara setidaknya masih berguna lebih elok dari di kuntuman tapi layu lebih elok dari di dahanan tapi tersudut terbuang hingga nanti kering mati berganti.

Kehilangan (Al-Fatihah kpd adik tercinta)

aku angankan kau menemani tiap sunyi sepi aku yang heningnya memecah dada aku harapkan kau ada mendengar liku liku derita yang aku pasti kau akan mengerti aku bayangkan kau ada di sini menjadi sesuatu untuk aku bersandar aku impikan kau lebih dari mana yang kau tahu tapi tidak tidak mungkin tapi tidak tidak akan dan ku kirim kau mawar putih mewangi semoga sampai kepadamu dalam zikirnya ku kirim kau seutas rindu dari bacaan Yaasin yang kau tunggug tunggu semoga sampai kepadamu kukirim kau cebisan doa hadiah dengan mujarab Al Fatihah semoga sampai kepadamu kau telah dipusarakan 7 hari yang lalu ketika tali nafas putus melepas simpul hari demi hari kujenguk kau di pusara bernyawa hari demi hari rindu bersarang dalam airmata ketika kau dipusarakan detak jantung ini berpalu sepi bila rindu datang menjenguk harus kuingat kau telah pergi ketika aku menjenguk pusaramu bersama mawar mewangi mawarnya kutabur dan durinya kutelan pedih hanya hitam kelabu yang timbul ...