Mohammad Fareez- dia pahlawanku
Malam ke-17 ianya dingin dan sepi dingin dari angin yang entah dari seberang mana dingin yang menyejuk beku detak jantung dingin yang sedingin 4.30 pagi ketika dikhabarkan kehilangan sepi malam ini sepi sepi yang memecahkan baluhan hati sepi sama sesepi pagi pertama yang kasih berpergian sama seperti sepi 10 jam aku menanti sampai pada jasadmu yang tak bernyawa sepi tak ubah seperti ketika aku tiba di rumah kita dan kau telahpun dilenakan di bawah tanah sepi yang sesebak tidak dapat kita berjumpa terakhir kali rindu rindu yang menjenguk malam ini semacam sungguh berkali kali kukirim sesuci Al-Fatihah berkali kali suaramu berbisik kasih ditelinga berkali kali senyummu terlukis di pejam mata sepertinya aku bermimpi yang panjang mimpi yang bersambung sambung sedihnya "Angah,angah,angah" kau seorang saja memanggil manja nama itu kerana kau seorang saja adik yang aku punya dan suara itu seperti kedengaran malam ini membuat aku rindu..rindu..rindu.. Mohamma...