Mohammad Fareez- dia pahlawanku
Malam ke-17
ianya dingin dan sepi
dingin dari angin yang entah dari seberang mana
dingin yang menyejuk beku detak jantung
dingin yang sedingin 4.30 pagi ketika dikhabarkan kehilangan
sepi
malam ini sepi
sepi yang memecahkan baluhan hati
sepi sama sesepi pagi pertama yang kasih berpergian
sama seperti sepi 10 jam aku menanti sampai pada jasadmu yang tak bernyawa
sepi tak ubah seperti ketika aku tiba di rumah kita dan kau telahpun dilenakan di bawah tanah
sepi yang sesebak tidak dapat kita berjumpa terakhir kali
rindu
rindu yang menjenguk malam ini semacam sungguh
berkali kali kukirim sesuci Al-Fatihah
berkali kali suaramu berbisik kasih ditelinga
berkali kali senyummu terlukis di pejam mata
sepertinya aku bermimpi yang panjang
mimpi yang bersambung sambung sedihnya
"Angah,angah,angah"
kau seorang saja memanggil manja nama itu
kerana kau seorang saja adik yang aku punya
dan suara itu seperti kedengaran malam ini
membuat aku rindu..rindu..rindu..
Mohammad Fareez..Pahlawanku..
nama yang diberi mama padamu
16 tahun yang lalu
benar..kau benar benar pahlawan seperti namamu
syahid mencantum cinta yang pernah putus
syahid membuka mata hati yang pejam
pahlawanku..
tenanglah kau di sana
kerana pemergianmu tidaklah sia sia
ada sesuatu yang kau tinggalkan
pada kami
dengan pemergian berdarah
kau merubah sesuatu yang payah diubah
aku benar benar tahu harapanmu
ada rahsia antara kita yang disimpan menjadi doa
dan kau pasti tersenyum di sana melihat ia semakin makbul
fareez...pahlawan
kaulah pahlawan kami yang telah berpergian jauh
semoga kita berjumpa lagi di sana
Ulasan
Catat Ulasan