Namamu
Telah banyak puisi yang kutuliskan tentangmu
Telah banyak kusebut namamu di acara acara rindu
Bahkan setiap pertemuanku yang jahil dengan Tuhanku, tidak malu aku mohonkan kamu
Telah penuh namamu kulangitkan di sepertiga malam
Masih sahaja kau gagal membaca mataku
Kasihku, Bulanku..
bagaimana lagi harus aku ceritakan kepada dunia dan seluruh isinya
tentang indahmu
tentang rasaku
Telah banyak darahku tumpah ketika aku memperjuangkan kamu
Tolong sepenuh latar bumi
Sepalung lautan
khabarkan padanya
aku sedang sanggup bermatian
Bahkan aku sedang bermatian
Menanti Bulanku
Ulasan
Catat Ulasan